MAKALAH PENJAJAHAN BANGSA ASING HINGGA KEBANGKITAN INDONESIA
Dosen
Pembimbing : Asril, M.Pd
PENDIDIKAN SEJARAH
PENJAJAHAN BANGSA ASING HINGGA
KEBANGKITAN INDONESIA

DI SUSUN OLEH:
MAHESA SAPUTRA
1605123077
PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT atas segala rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah
ini tepat pada waktung. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah
curahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah
satu tugas memenuhi tugas mata kuliah
pemebelajaran pengelolaan pendidikan dengan berjudul “ Pendidikan
Sejarah ”. Dalam penulis dan penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan
yang telah diberikan oleh berbagai pihak.
Daftar Isi
Kata Pengantar..................................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang.................................................................................................................... 1
Rumusan Masalah................................................................................................................ 2
Tujuan ................................................................................................................................. 2
Manfaa ................................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum Kebangkitan Nasional
1908..................... 3
1.
Penjajahan Portugis........................................................................................... 3
2.
Penjajahan Spanyol............................................................................................ 4
3.
Penjajahan Belanda........................................................................................... 5
4.
Penjajahan Perancis .......................................................................................... 5
5.
Penjajahan Ingris .............................................................................................. 8
6.
Pemberontakan Sepoy....................................................................................... 8
7.
Penjajahan Belanda ke II................................................................................... 9
8.
Penjajahan Jepang ........................................................................................... 12
B.
Penderitaan di Bawah Penjajahan ........................................................................ 12
C.
Perjungan Menuju Kemerdekaan.......................................................................... 13
D.
Perjuangan Setelah Kebangkitan Nasional............................................................ 14
E.
Menjelang Proklamasi Kemerdekaan.................................................................... 17
BAB III PENUTUP
1.
Kesimpulan ........................................................................................................... 19
2.
Saran ..................................................................................................................... 20
Daftar Pustaka .................................................................................................................. 21
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Indonesia memperoleh kemerdekaan dalam waktu
yang lama. Banyak para pahlawan yang gugur demi mempertahankan bumi perti
tercinta. Mereka mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk mengejar sebuah kata
merdeka. Sebelum tahun 1908, telah banyak bangsa lain yang ingin menjajah dan
menguasai Indonesia. Mereka banyak memeras, menindas, dan merampas hak-hak
rakyat Nusantara. Banyak perlawanan dari pahlawan-pahlawan kita yang masih
bersifat kedaerahan. Muncul banyak tokoh-tokoh yang memegang andil besar dalam
perlawanan terhadap penjajahan yang bangsa lain lakukan.

Kebangkitan Nasional adalah masa dimana
bangkitnya rasa dan semangat persatuan,kesatuan dan nasionalisme serta
kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang sebelumnya tidak
pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Dalam masa ini muncul
sekelompok masyarakat indonesia yang menginginkan adanya perubahan dari
masyarakat indonesia yang selama ini dijajah dan ditindas oleh bangsa lain
seperti belanda,jepang,dll. Kebangkitan nasional Indonesia ditandai dengan
berdirinya organisasi Budi Utomo. Sedangkan kebangkitan pemuda Indonesia
ditandai dengan adanya peristiwa Sumpah Pemuda. Kedua peristiwa itu merupakan
bagian dari peristiwa yang menjadi tonggak sejarah kemerdekaan negara
indonesia.
Dan kini,tugas kita sebagai penerus bangsa
adalah mempertahankan kemerdekaan ini. Jadi untuk mengingatkan kembali
perjuangan para pahlawan kita terdahulu pada masa sebelum dan sesudah
Kebangkitan Nasional (1908), maka disusunlah makalah ini dengan judul “
Perjuangan Bangsa Indonesia melawan sistem penjajah pada masa sebelum dan sesudah
Kebangkitan Nasional 1908’’.
2. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia
melawan system penjajah pada masa sebelum Kebangkitan Nasional 1908 ?
2. Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia
melawan system penjajah pada masa sesudah Kebangkitan Nasional 1908 ?
3. TUJUAN
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah
2. Untuk menambah pengetahuan tentang
sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum Kebangkitan Nasional
1908
3.Untuk menambah pengetahuan tentang sejarah
perjuangan bangsa melawan penjajah sesudah Kebangkitan Nasional 1908
1.4
MANFAAT
1.
Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan
penjajah sebelum Kebangkitan Nasional 1908
2.
Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan
penjajah sesudah Kebangkitan Nasional 1908
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SEBELUM KEBANGKITAN NASIONAL
1908
1.
Penjajahan Portugis
(1511-1575)
Bangsa
Portugis pertama kali menancapkan kuku penjajahannya di tanah air pada tahun
1511. Ketika itu armada Portugis dengan pimpinan Admiral Alfonso D’Albuquerque
tiba dan menaklukkan Malaka, yang merupakan bagian dari wilayah nusantara.
Sejak saat itulah mereka menguasai nusantara. Dengan dikuasainya Malaka maka
berarti terbukalah jalan untuk menguasai daerah-daerah lainnya di Nusantara
yang kaya akan rempah-rempahnya. Satu demi satu kerajaan-kerajaan di wilayah
nusantara dapat ditaklukkannya. Pada tahun 1521 Portugis sudah sampai di
Ternate dan tahun 1575 menguasai Tidore. Portugis yang sebenarnya pada mulanya
hanya mencari barang dagangan ke dunia timur, akhirnya mereka malah
menaklukkan, menguasai, dan menjajah bangsa yang ada di nusantara ini.
Perjuangan pertama dlakukan oleh rakyat
malaka, Johor, Aceh, Maluku, Demak dan Sunda Kelapa.
a. Perjuanagn
Rakyat Malaka
Pada tahun 1511 dibawah pimpinan Sultan
Mahmud Syah I melakukan perlawanan terhadap Portugis namun Malaka dapat
di desak hingga menyingkir ke pulau Bintan. Akhirnya Malaka jatuh ke portugis
pada 1511. Pada 1526 pulau Bintan diserbu oleh Portugis Sultan Mahmud
Syah I lari ke pulau Kampar hingga wafatnya 1528.
b. Perjuangan
Rakyat Johor
Dipimpin oleh Alaudin Ri’ayat Syah II mulai
tahun 1530 kemudian dilanjutkan Abdul Jalil Syah I (1580-1597) dapat menangkis
serangan Portugis.
c.
Perjuangan Rakyat Demak
Dipimpin oleh Dipati Unus. Pada tahun
1512-1523. Melakukan perlawanan terhadap Portugis, dibantu oleh armada Aceh,
Palembang, dan Bintan. Berusaha merebut keembali Malaka namun tidak berhasil
d. Perjuangan
Rakyat Maluku
Berhasil menaklukkan Malaka tahun 1511
kemudian menuju ke Maluku Utara karena sebagai penghasil rempah-rempah. Tahun
1512 Portugis mengadakan hubungan dagang dengan Sulatan Harun dari Ternate.
Portugis ternyata memonopoli perdagangan, memeras dan menindas rakyat,
penyebaran agama Kristen secara paksa sehingga membuat rakyat melakukan
perlawanan. Tahun 1550 rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan Hairun melakukan
perlawanan. Portugis menipu dan membunuh Sultan Hairun dnegan dalih untuk
mengadakan perundingan. Perjuangan diteruskan oleh Sultan Baabullah, putra
Sultan Hairun. Tahun 1570-1575 Ternate, Tidore, dan Halmahera bersatu padu
melawan Portugis. Tanggal 18 Desember 1577 rakyat Ternate berhasil mengusir
Portugis dari Ternate.
e.
Perjuangan Rakyat Sunda Kelapa
Fatahillah seorang ulama dari Demak yang
menyebarkan agama islam di Jawa Barat memimpin rakyat melakukan perlawanan
terhadap Portugis. Tahun 1527 Fatahillah menyerang orang-orang Portugis di
Sunda Kelapa dan berhasil mengalahkannya. Portugis terusir kembali ke Malaka.
Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta oleh Fatahillah kemudian berdirilah
kerajaan Banten.
2.
Penjajahan Spanyol
(1522-1529)
Armada
Spanyol yang semula berangkat dari negerinya ke arah barat ternyata akhirnya
sampai juga ke dunia timur. Mereka pada tahun 1521 sampai di Filipina dan
kemudian sampai pula di kepulauan Maluku, yakni Tidore pada tahun 1522. Tanpa
terduga sebelumnya, armada Spanyol dan Portugis yang semulanya berlayar
bertentangan arah, ternyata bertemu di Maluku. Agar tidak timbul perselisihan
akibat perebutan wilayah kekuasaan, maka pada anggal 22 April 1529 diadakan
perjanjian Saragosa. Berdasarkan perjanjian tersebut, Portugis menguasai
wilayah nusantara sampai ke Irian, sedangkan wilayah kekuasaan Spanyol adalah
dari sebelah timur Irian termasuk juga Filipina terus ke timur. Dengan
perjanjian itu, maka Spanyol harus ke luar dari wilayah Indonesia, dan wilayah
nusantara ini kemudian sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Portugis.
3.
Penjajahan Belanda
(1596-1942)
Armada
dagang Belanda di bawah pimpinan Cprnelis de Houtman pertama kali sampai ke
kepulauan nusantara pada tahun 1596 ketika mereka berlabuh di Banten, yang saat
itu merupakan sebuah kerajaan besar. Kedatangan Belanda ke tanah air ini pada
mulanya adalah untuk mencari rempah-rempah yang akan dijual ke pasar Eropa.
Seperti halnya Portugis, ternyata Belanda kemudian bukan sekedar ingin
berdagang biasa, melainkan untuk menfuasai dan menjajah Indonesia. Kedatangan
Belanda 1596 itu sebagai awal penjajahan Belanda di Indonesia yang berlangsung
lebih kurang 350 tahun. Penjajahan Belanda atas Indonesia sempat diselingi oleh
kekuasaan penjajah Perancis (1807-1811) dan Inggris (1811-1816) Kedatangan Bangsa Belanda ke
4.
Penjajahan Perancis
(1807-1811)
Perancis tidak pernah secara langsung datang
dan menjajah Indonesia. Penjajahan Perancis atas Indonesia dilakukan secara
tidak langsung. Hal ini berkaitan dengan kalahnya Belanda oleh Perancis dalam
peperangan di negaranya. Battafsche Republik (1799-1807) dihapuskan oleh kaisar
Perancis, Napoleon Bonaparte, dan diganti menjadi Koningkrijk Holland (Kerajaan
Belanda) di bawah kekuasaan adik dari Napoleon Bonaparte, yaitu raja Loeis
Napoleon.
Indonesia akhirnya menjadi
bagian dari jajahan Koningkrijk Holland, yang berarti secara tidak langsung
menjadi jajahan Perancis. Pada masa ini Gubernur Jenderal Daendels dikirim ke
Indonesia. Langkah-langkah
pembaharuan yang harus dilakukan Daendles :
a. Dalam bidang pemerintahan:
1. Pusat pemerintahan (weltevreden) dipindahkan agak masuk kedaerah pedalaman.
2. Membentuk secretariat Negara (Algement secretaric).
3. Membagi pulau jawa menjadi 9 prefektur dan 31 Kabupaten. Setiap prefektur dikepalai oleh seorang residen yang langsung dibawah pemerintahan Wali Negara (Daendles). Setiap residen membawahi beberapa bupati.
b. Dalam bidang hukum dan peradilan:
membentuk 3 jenis peradilan berdasarkan ras, yaitu peradilan orang Eropa, Orang Pribumi dan pengadilan untuk orang timur asing.
c. Dalam bidang militer dan pertahanan :
1. Membangun jalan Anyer-Panarukan, yang disebut jalan pos besar
a. Dalam bidang pemerintahan:
1. Pusat pemerintahan (weltevreden) dipindahkan agak masuk kedaerah pedalaman.
2. Membentuk secretariat Negara (Algement secretaric).
3. Membagi pulau jawa menjadi 9 prefektur dan 31 Kabupaten. Setiap prefektur dikepalai oleh seorang residen yang langsung dibawah pemerintahan Wali Negara (Daendles). Setiap residen membawahi beberapa bupati.
b. Dalam bidang hukum dan peradilan:
membentuk 3 jenis peradilan berdasarkan ras, yaitu peradilan orang Eropa, Orang Pribumi dan pengadilan untuk orang timur asing.
c. Dalam bidang militer dan pertahanan :
1. Membangun jalan Anyer-Panarukan, yang disebut jalan pos besar
( De Grote Post Weg)

2. Menambah jumlah
angkatan perang dari 3000 menjadi 20000
3. Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang
4. Membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon dan Surabaya.
5. Membangun benteng-benteng pertahanan
d. Dalam bidang ekonomi dan keuangan :
1. Membentuk dewan pengawas keuangan Negara (Algemene Rekenkaer).
2. Mengeluarkan uang kertas.
3. Memperbaiki gaji pegawai
4. Pajak in natura (contingenten) dan Verplichte Leverantie.
5. Mengadakan monopoli perdagangan bebas
e. Dalam bidang sosial :
1. Pemberlakuan kerja rodi
2. Mengembangkan perbudakan
3. Menghapuskan upacara penghormatan kepada residen, sunan / sultan
4. Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos.
3. Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang
4. Membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon dan Surabaya.
5. Membangun benteng-benteng pertahanan
d. Dalam bidang ekonomi dan keuangan :
1. Membentuk dewan pengawas keuangan Negara (Algemene Rekenkaer).
2. Mengeluarkan uang kertas.
3. Memperbaiki gaji pegawai
4. Pajak in natura (contingenten) dan Verplichte Leverantie.
5. Mengadakan monopoli perdagangan bebas
e. Dalam bidang sosial :
1. Pemberlakuan kerja rodi
2. Mengembangkan perbudakan
3. Menghapuskan upacara penghormatan kepada residen, sunan / sultan
4. Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos.
Kebijakan utama Raffles
adalah Pertanian Bebas (petani pribumi bebas menanm tanaman apa saja, baik
kebutuhan sendiri maupun tanaman ekspor) & Sewa Tanah (Landrent)
Kebijakan Raffles adalah :
a. Bidang pemerintahan
1. Membagi pulau Jawa menjadi 18 Karisidenan. Setiap karisidenan dibagi menjadi beberapa distrik, setiap distrik terbagi beberapa divisi (kecamatan) dan setiap divisi merupakan kumpulan beberapa desa.
2. Mengganti sistem pemerintahan feodal menjadi sistem pemerintahan kolonial bercorak Barat.
3. Bupati-bupati dijadikan pegawai pemerintah kolonial yang langsung dibawah pemerintahan pusat.
b. Bidang Ekonomi dan Keuangan
1. Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor dan pemerintah berkewajiban membuat pasar untuk merangsang petani menanam tanaman ekspor.
2. Penghapusan pajak hasil bumi (Contingenten) dan sistem penyerahan wajib.
3. Penetapan sewa tanah (landrent). Petani pribumi dianggap sebagai penyewa tanah pemerintah sehingga tanah yang dikelola oleh petani harus membayar pajak.
4. Pemungutan pajak awalnya secara perorangan, tetapi karena petugas tidak cukup maka dipungut per desa dan dibantu oleh Bupati dan kepala desa.
5. Mengadakan monopoli garam dan minuman keras.
c. Bidang Hukum.
Membentuk badan penegak hukum yaitu Court of Justice (tingkat residence), Court of Request (divisi) dan police magistrate.
d. Bidang Sosial.
1. Menghapuskan kerja rodi
2. Penghapusan perbudakan
3. Peniadakan hukumam-hukuman yang kejam dan menyakiti.
e. Bidang ilmu pengetahuan dan budaya.
1. ditulisnya buku tentang History of Java
2. mendukung Bataviaasch Genootschap, sebuah perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
3. Ditemukannya bunga Rafflesia Arnoldi.
4. Dirintisnya pembangunan Kebun Raya Bogor.
Hambatan-hambatan yang dialami oleh Raffles :
a. Keuangan negara dan pegawai yang cakap sangat terbatas.
b. Masyarakat Indonesia masih sangat tradisional dalam pertanian, bertani hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak tertarik untuk menanam tanaman ekspor dunia.
c. Sistem ekonomi yang sangat tradisional dan belum mengenal sistem peredaran uang. (ini juga penyebab gagalnya sistem Landrent, karena pajak yang dibayarkan harus dalam bentuk uang, sedangkan masyarakat belum mengenal dengan baik sistem uang tersebut).
d. Belum adanya pengukuran tanah milik penduduk secara tepat serta kepemilikan tanah yang berdasarkan warisan, sehingga menyulitkan untuk menentukan berapa luas tanah yang kena pajak dan siapa yang akan membayar pajak.
e. Adanya pejabat yang korup dan bertindak sewenang-wenang.
f. Pajak terlalu tinggi sehingga banyak tanah yang tidak digarap.
Kebijakan Raffles adalah :
a. Bidang pemerintahan
1. Membagi pulau Jawa menjadi 18 Karisidenan. Setiap karisidenan dibagi menjadi beberapa distrik, setiap distrik terbagi beberapa divisi (kecamatan) dan setiap divisi merupakan kumpulan beberapa desa.
2. Mengganti sistem pemerintahan feodal menjadi sistem pemerintahan kolonial bercorak Barat.
3. Bupati-bupati dijadikan pegawai pemerintah kolonial yang langsung dibawah pemerintahan pusat.
b. Bidang Ekonomi dan Keuangan
1. Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor dan pemerintah berkewajiban membuat pasar untuk merangsang petani menanam tanaman ekspor.
2. Penghapusan pajak hasil bumi (Contingenten) dan sistem penyerahan wajib.
3. Penetapan sewa tanah (landrent). Petani pribumi dianggap sebagai penyewa tanah pemerintah sehingga tanah yang dikelola oleh petani harus membayar pajak.
4. Pemungutan pajak awalnya secara perorangan, tetapi karena petugas tidak cukup maka dipungut per desa dan dibantu oleh Bupati dan kepala desa.
5. Mengadakan monopoli garam dan minuman keras.
c. Bidang Hukum.
Membentuk badan penegak hukum yaitu Court of Justice (tingkat residence), Court of Request (divisi) dan police magistrate.
d. Bidang Sosial.
1. Menghapuskan kerja rodi
2. Penghapusan perbudakan
3. Peniadakan hukumam-hukuman yang kejam dan menyakiti.
e. Bidang ilmu pengetahuan dan budaya.
1. ditulisnya buku tentang History of Java
2. mendukung Bataviaasch Genootschap, sebuah perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
3. Ditemukannya bunga Rafflesia Arnoldi.
4. Dirintisnya pembangunan Kebun Raya Bogor.
Hambatan-hambatan yang dialami oleh Raffles :
a. Keuangan negara dan pegawai yang cakap sangat terbatas.
b. Masyarakat Indonesia masih sangat tradisional dalam pertanian, bertani hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak tertarik untuk menanam tanaman ekspor dunia.
c. Sistem ekonomi yang sangat tradisional dan belum mengenal sistem peredaran uang. (ini juga penyebab gagalnya sistem Landrent, karena pajak yang dibayarkan harus dalam bentuk uang, sedangkan masyarakat belum mengenal dengan baik sistem uang tersebut).
d. Belum adanya pengukuran tanah milik penduduk secara tepat serta kepemilikan tanah yang berdasarkan warisan, sehingga menyulitkan untuk menentukan berapa luas tanah yang kena pajak dan siapa yang akan membayar pajak.
e. Adanya pejabat yang korup dan bertindak sewenang-wenang.
f. Pajak terlalu tinggi sehingga banyak tanah yang tidak digarap.
5.
Penjajahan Inggris
(1811-1816)
Pada
tahun 1811 armada Inggis menyerang Hindia Belanda dan menaklukkan kota Batavia.
Gubernur Jenderal Belanda Jansens menyerah tanpa syarat kepada Inggris. Mulai
saat itulah Indonesia jatuh ke tangan kekuasaan Inggris. Kekuasaan pemerintah
Inggris di Indonesia dijalankan oleh Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles.
Penjajahan
Inggris tidak berlangsung lama. Hal ini karena adanya perjanjian Convention of
London (1814) yang memutuskan untuk mengembalikan semua daerah jajahan Belanda
yang dikuasai Inggris ke pihak Belanda. Peristiwa ini berkaitan dengan kalahnya
Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis, dalam pertempuran di Leipzing. Inggris
menyerahkan Indonesia kepada Belanda kembali pada tahun 1816. Pada saat itu
yang menjadi pemimpin Inggris di Indonesia adalah Letnan Gubernur John Fendhal.
a. Perlawanan
Rakyat Yogyakarta
Kebijakan
Raffles juga menimbulkan reaksi raja-raja pribumi. Di Yogyakarta timbul
perlawanan Sultan Hamengkubuwono III (Sultan Sepuh), tetapi berkat politik adu
domba Inggris, akhirnya Sultan Hamengkubuwono III dapat dikalahkan dan
diasingkan ke Pulau Pinang, kemudian ke Ambon.
6.
Pemberontakan Sepoy Tahun
1815
Terjadi
pada saat akhir kekuasaan Inggris di Pulau Jawa. Pemerontakan itu dipicu oleh
adanya persekongkolan yang terjadi diantara pasukan Sepoy dan Pakubuwono IV.
Pasukan Sepoy adalah orang India yang masuk dalam tentara Inggris yang dikirim
ke Indonesia untuk membantu Ingris dalam mengambil alih Indonesia dari tangan
Belanda.
a. Perlawanan
Rakyat Palembang
Raffles
mengirim tiga orang utusan dipimpin oleh Richard Philips ke Palembang untuk
mengambil alih kantor sekaligus benteng Belanda di Palembang dan meminta hak
kuasa sultan atas tambang timah di Pulau Bangka.
Kesultanan
Palembang akhirnya jatuh ke tangan Inggris hanya dalam hitungan seminggu
Napoleon
kalah. Sesuai traktat London yang ditandatangani pada tanggal 13 Agustus 1814,
Belanda kembali berkuasa di Nusantara.
7.
Penjajahan Belanda kedua
(1816-1942)
Berdasarkan
Convention of London tahun 1814 akhirnya Belanda berkuasa kembali di Indonesia.
Penjajahan dan ekspoitasi manusia dan sumber daya alam Indonesia dimulai lagi
oleh Pemerintah Belanda. Berbagai system eksploitasi dilakukan oleh Belanda
sejak saat itu. Ada masa dimana Belanda melaksanakan system tanam paksa,
modal-modal swasta liberal masuk ke Indonesia, dan penerapan politik etis.
Penjajahan
Belanda pada periode kedua ini berlangsung kurang lebih 26 tahun. Penjajahan
Belanda berakhir ketika balatentara Jepang menyerang ke Indonesia di bawah
pimpinan Jenderal Imamura. Tanpa perlawanan akhirnya Belanda menyerah kepada
Jepang tanggal 10 Maret 1942.
Perjuangan menentang Belanda menggunakan
kekerasan senjata dimulai sejak awal abad ke tujuh belas sampai abad dua puluh.
Indonesia sampai dengan
Terbentuknya VOC.
Pada tahun 1602, dibentuklah VOC
(Vereenigde Oost Indische Compagnie), atau Persekutuan Maskapai Perdagangan
Hindia Timur (cukup disingkat Kongsi dagang milik Belanda) dibawah pimpinan
Johan Olderbarnevelt .Tujuan dibentuknya VOC adalah :
a. Menghindari persaingan tidak sehat diantara sesama pedagang Belanda.
b. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan pedagang dari bangsa lain.
c. Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi konflik dengan Spanyol. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, VOC diberi hak Istimewa (hak Octroi), yaitu :
a. Dianggap sebagai
wakil pemerintah Belanda di Asia.
b. Hak monopoli dagang di wilayah-wilayah antara Amerika Selatan dan Afrika
c. Hak memiliki angkatan perang dan membangun benteng pertahanan
d. Hak menyatakan perang dan atau membuat perjanjian secara adil dengan penguasa pribumi
e. Hak mengangkat pegawai
f. Hak memungut pajak
g. Hak melakukan pengadilan dan hak mencetak serta menyebarkan uang sendiri.
b. Hak monopoli dagang di wilayah-wilayah antara Amerika Selatan dan Afrika
c. Hak memiliki angkatan perang dan membangun benteng pertahanan
d. Hak menyatakan perang dan atau membuat perjanjian secara adil dengan penguasa pribumi
e. Hak mengangkat pegawai
f. Hak memungut pajak
g. Hak melakukan pengadilan dan hak mencetak serta menyebarkan uang sendiri.
Beberapa Kebijakan yang
diberlakukan oleh VOC di Indonesia antara lain :a. Verplichte Leverantie = Penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditentukan VOC.
b. Contingenten = Kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi.
c. Ekstirpasi = Hak VOC untuk menebang atau menggagalkan panen rempah-rempah agar tidak terjadi Over Produksi yang dapat menurunkan harga rempah-rempah.
d. Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam.
e. Pelayaran Hongi, yaitu pelayaran dengan menggunakan perahu Kora-kora (perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli dagang VOC dan menindak pelanggarnya.
Sebab-sebab kejatuhan
VOC :
a. Biaya perang yang besar dalam menghadapi perlawanan Bangsa Indonesia sehingga menghabiskan kas Negara.
b. Gaji pegawai yang rendah dan tidak sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya sehingga mendorong mereka melakukan Korupsi. Korupsi tersebut otomatis menjadikan pemasukan Negara berkurang drastic.
c. Kekalahan VOC menghadapi persaingan dagang dengan pedagang Eropa maupun pedagang Asia lainnya.
d. Hutang VOC yang besar akibat dalam keadaan merugi tetapi tetap membayarkan keuntungan kepada pemegang Saham.
e. Terjadinya perang Inggris, Belanda dan Perancis sehingga menjadikan jalur perdagangan tidak aman dan adanya blokade-blokade dagang.
a. Biaya perang yang besar dalam menghadapi perlawanan Bangsa Indonesia sehingga menghabiskan kas Negara.
b. Gaji pegawai yang rendah dan tidak sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya sehingga mendorong mereka melakukan Korupsi. Korupsi tersebut otomatis menjadikan pemasukan Negara berkurang drastic.
c. Kekalahan VOC menghadapi persaingan dagang dengan pedagang Eropa maupun pedagang Asia lainnya.
d. Hutang VOC yang besar akibat dalam keadaan merugi tetapi tetap membayarkan keuntungan kepada pemegang Saham.
e. Terjadinya perang Inggris, Belanda dan Perancis sehingga menjadikan jalur perdagangan tidak aman dan adanya blokade-blokade dagang.
Politik Etis
Dicetuskan oleh Van
Deventer
Latar belakang pemberlakuan kebijakan :
a. Sistem ekonomi liberal tidak mengubah nasib rakyat.
b. Tanam paksa memberi keuntungan kepada Belanda tetapi penderitaan bagi rakyat.
c. Belanda melakukan penekanan dan penindasan terhadap rakyat.
d. Rakyat banyak yang kehilangan tanahnya.
e. Adanya kritikan keras di Negeri Belanda terhadap praktik colonial Belanda.
Isi kebijakan Politik Etis adalah:
Latar belakang pemberlakuan kebijakan :
a. Sistem ekonomi liberal tidak mengubah nasib rakyat.
b. Tanam paksa memberi keuntungan kepada Belanda tetapi penderitaan bagi rakyat.
c. Belanda melakukan penekanan dan penindasan terhadap rakyat.
d. Rakyat banyak yang kehilangan tanahnya.
e. Adanya kritikan keras di Negeri Belanda terhadap praktik colonial Belanda.
Isi kebijakan Politik Etis adalah:
Irigrasi (pengairan),
Emigrasi (perpindahan
penduduk),
Edukasi (pendidikan).
Politik etis mengalami
kegagalan, penyebabnya adalah :
a. Sistem ekonomi liberal hanya member keuntungan yang besar bagi belanda.
b. Sangat sedikit penduduk pribumi yang memperoleh keuntungan dan kedudukan yang baik.
c. Pegawai negeri golongan pribumi hanya dijadikan alat.
Perlawanan membawa kerugian besar bagi pihak Belanda. Pengorbanan harta benda dan jiwa sangat besar juga dari Indonesia. Sampai awal abad ke-20 Belanda tidak dapat terusir dari tanah air Indonesia.
a. Sistem ekonomi liberal hanya member keuntungan yang besar bagi belanda.
b. Sangat sedikit penduduk pribumi yang memperoleh keuntungan dan kedudukan yang baik.
c. Pegawai negeri golongan pribumi hanya dijadikan alat.
Perlawanan membawa kerugian besar bagi pihak Belanda. Pengorbanan harta benda dan jiwa sangat besar juga dari Indonesia. Sampai awal abad ke-20 Belanda tidak dapat terusir dari tanah air Indonesia.
Kelemahan perjuangan Bangsa Indonesia :
1.
Perlawanan secara sporadic dan tidak serentak
2.
Perlawanan dipimpin oleh pimpinan kharismatik sehingga tidak ada yang
melanjutkan
3.
Sebelum masa 1908 perlawanan menggunakan kekerasan senjata
4.
Para pejuang di adu domba oleh penjajah (devide et impera politik memecah belah
bangsa Indonesia)
8.
Penjajahan Jepang
(1942-1945)

Kedatangan
tentara Jepang ke Indonesia semula disambut gembira oleh bangsa Indonesia,
karena dianggap sebagai tentara pembebas yang akan melepaskan rakyat Indonesia
dari belenggu penjajahan Belanda. Jepang dengan propagandanya menyatakan bahwa
Jepang adalah saudara tua, pemimpin Asia, pelindung Asia, dan untuk kemakmuran
Asia. Pada awalnya memang berhasil menarik simpati bangsa Indonesia. Namun pada
akhirnya ternyata Jepang pun melakukan penjajahan dan eksploitasi terhadap
bangsa Indonesia dan kekayaan tanah air Indonesia dengan cara yang sangat
kejam.
Masa
penjajahan Jepang ternyata tidak berlangsung lama. Walaupun singkat, namun masa
penjajahan Jepang telah membuat bangsa Indonesia sangat menderita. Penjajahan
Jepang berakhir ketika Jepang harus menyerah tanpa syarat kepada tentara Sekutu
pada tanggal 14 Agustus 1945, setelah secara berturut-turut Hiroshima dan
Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus
1945.
B.
Penderitaan
di Bawah Penjajahan
Penjajahan
yang dialami bangsa Indonesia selama berabad-abad telah mendatangkan berbagai
penderitaan bagi bangsa Indonesia. Siapapun penjajahnya, baik Portugis,
Spanyol, Belanda, Inggris, maupun Jepang tetap saja mereka memperlakukan bangsa
Indonesia sebagai bangsa yang terjajah dengan tanpa peri kemanusiaan.
Ketika pertama kali bangsa
Portugis menguasai Indonesia, maka mulailah penderitaan tersebut. Portugis
memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Dan melakukan kekerasan
terhadap rakyat Indonesia. Kemudian bergantinya penjajahan dari Portugis ke Belanda
tidaklah bertambah baik. Ketika penjajahan Belanda yang dilakukan oleh VOC,
maka VOC menerapkan beberapa kebijakan yang merugikan bagi bangsa Indonesia,
seperti system monopoli perdagangan, melaksanakan berbagai macam kerja rodi,
mengadakan bermacam-macam pungutan pajak yang memberatkan rakyat, wajib tanam
kopi untuk perdagangan VOC, pelayaran Hongi atau kerja rodi untuk mendayung
perahu kora-kora di perairan Maluku, ekstripasi, dan tanam paksa.
Setelah
penjajahan dari Belanda maka berlanjutlah penjajahan dari Jepang. Pada saat
penjajahan Jepang rakyat Indonesia tetap menderita, seperti kekayaan rakyat
Indonesia yang disedot habis oleh penjajah Jepang, rakyat Indonesia semakin
miskin dan terpaksa harus memakai pakaian dari karung goni atau baju karet, dan
kekerasan dari penjajahan Jepang yang paling terkenal yaitu romusha.
Pengaruh kebijakan
Kolonial dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia:
1. Indonesia mengenal sistem ekonomi uang dan mulai meninggalkan sistem barter.
2. Indonesia mengenal sistem peradilan dan hukum.
3. Masyarakat Indonesia berada di golongan sosial ketiga setelah Belanda dan Eropa di strata satu dan Cina di strata kedua.
1. Indonesia mengenal sistem ekonomi uang dan mulai meninggalkan sistem barter.
2. Indonesia mengenal sistem peradilan dan hukum.
3. Masyarakat Indonesia berada di golongan sosial ketiga setelah Belanda dan Eropa di strata satu dan Cina di strata kedua.

4. Indonesia mengenal cara bertanam yang baik dan tanaman yang laku di pasaran Eropa.
5. Indonesia mengenal peralatan industri dan mengalami kemajuan dalam bidang teknologi baik dalam transportasi, industry dan komunikasi.
C.
Perjuangan
Menuju Kemerdekaan
Sejak penjajahan Bangsa
Barat pertama kali menginjakan kakinya di tanah nusantara dan melaksanakan
pemerasan, penindasan, dan perampasan kemerdekaan terhadap rakyat nusantara,
maka terjadilah perjuangan penentangan terhadap penjajah tersebut. Perjuangan
bangsa Indonesia menentang penjajahan dalam mencapai kemerdekaan dapat dibagi
kedalam dua peiode. Periode pertama adalah dimulai dari perjuangan menentang
Portugis sampai tahun 1908, yakni sampai masa Kebangkitan Nasional. Periode
kedua dimulai dari tahun 1908 sampai Proklamasi Kemerdekaan 1945.
D. Perjuangan Setelah Kebangkitan
Nasional
Tanggal 20 Mei 1908 adalah hari lahirnya
organisasi social pertama di Indonesia, yaitu Budi Oetomo. Tangggal kelahiran
Budi Oetomo dianggap sebagai dimulainya Kebangkitan Nasional karena menggunakan
strategi perjuangan yang baru dan berbeda dengan perjuangan sebelumnya. 
Ciri-ciri perjuangan bangsa Indonesia setelah
tahun 1908:
1. Perjuangan dlakujan dengan menggunakan
organisasi, bukan menggunakan kekerasan
2. Para pemimpin berasal dari kaum
intelektual, bukan raja atau sultan
3. Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai
tumbuh. Perjuangan tidak bersifat kedaerahan lagi.
Menurut Ismaun (1986:42), tumbuhnya kesadaran
kebangsaan bangsa Indonesia di percepat oleh faktor:
1. Perlawanan bangsa Filipina terhadap
Spanyol pada tahun 1989
2. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun
1885
3. Kegiatan Partai Kongres di India
melawan Inggris tahun 1885
4. Bangkitnya Kemal Pasha di Turki pada
tahun 1881
5. Keberhasilan dr. Sun Yat Sen
dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911
6. Pecahnya Perang Dunia I
7. Didirikannya Volksraad (DPR)
oleh Belanda tahun 1911
Sejak Budi Oetomo berdiri pada tahun 1908, di
Indonesia kemudian berdiri beberapa organisasi yang bercorak budaya, politik,
maupun keagamaan.
Budi Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908.
Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr.
Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang sebelumnya memulai kampanye untuk
meningkatakan martabat rakyat dengan cara membentuk dana pelajar. Ketuanya
dipilih Sutomo.
Budi Oetomo tidak pernah mendapat dukungan
massa sehingga kedudukannya di politik kurang penting. Namun Budi Oetomo
dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional karena Budi Oetomo pelopor
berdirinya organisasi nasional.
1. Sarekat Islam
Sarekat Islam semula bernama Sarekat Dagang
Islam. Berdiri pada tahun 1911 di Solo oleh Haji Samanhudi. Sarekat Islam
didirikan untuk melawan pedagang Cina dan untuk menentang penghinaan terhadap
rakyat Bumiputra. Sarekat Islam juga didirikan untuk menentang kristenisasi dan
melakukan perlawanan terhadap kecurangan para pejabar Eropa dan Bumiputra.
Gerakan Sarekat Islam berani memperjuangkan
kebenaran dan keadilan terhadap penindasan penjajah kepada pihak Indonesia.
Sehingga Sarekat Islam dapat dengan cepat menarik massa. Sarekat Islam
merupakan organisasi massa yang pertama di Indonesia. Penggerak Sarekat Islam
yang terkenal adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Samanhudi, dan
Suryopranoto.
2. Indische Partij
Didirikan pada 25 Desember 1912. Pendirinya
adalah Douwes Dekker yang terkenal dengan nama Danudirdja Setyabudi. Tokoh Indische
Partij lainnya adalah dr. Tjipto mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.
Indische Partij berpijak pada asas
nasionalisme yang mencita-citakan Indonesia merdeka, sehingga menarik banyak
massa. Paham nasionalismenya dikenal dengan istilah Indische Nationalisme.
Indische Partij dikenal sebagai partai politik pertama di Indonesia. Organisasi
ini bersifat agak radikal sehingga pemerintah Hindia Belanda bersifat tegas dan
dianggap sebagai organisasi terlarang. Para pemimpin Indische Partij juga
dibuang ke Belanda. Setelah itu Indische Partij diganti namanya menjadi Partai
Insulinde, namun tidak berpengaruh lagi terhadap rakyat.
3. Gerakan Pemuda
Gerakan pemuda sebelumnya oleh Budi Oetomo,
namun karena lebih didominasi oleh golongan tua, maka para golongan muda
keluar. Dan gerakan pemuda sebenarnya adalah Tri Koro Darmo yang berdiri di
Jakarta pada tanggal 7 Maret 1915 oleh dr. R. Satiman Wiryosandjojo, Kadarman,
dan Sunardi. Tri Koro Darmo memiliki arti tida tujuan mulai, yaitu: sakti,
budhi, dan bakti. Tujuan perkumpulan ini adalah mencapai Jawa Raya dengan
memperkokoh rasa persatuan anatara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan
Lombok. Azas Tri Koro Darmo adalah:
1. Menumbuhkan
pertalian antara murid-murid Bumiputra pada sekolah menengah, dan kurus-kursus perguruan
kejuruan dan sekolah rakyat.
2. Menambah pengetahuan umu bagi
anggota-anggoatanya
3. Membangkitkan dan mempertajam
perasaan unutk segala bahasa dan buadaya Indonesia.
Dalam Kongres di Solo, mulai 12 Juni 1918 Tri
Koro Darmo berubah nama menjadi Jong Java. Jong Java bertujuan mendidik para
anggotanya agar dapat mebnagun Jawa Raya dengan cara mempererat persatuan,
menambah pengetahuan anggota dan menumbuhkan cinta pada budaya sendiri.
Organisasi Pemuda Indonesai di luar negeri
yang paling terkenal adalah Perhimpunan Indonesia. Perhimpunan Indonesia
berpusat di Belanda dan menyampaikan informasi ke dunia luar tentang perjuangan
rakyat Indonesia. Perhimpunan Indonesia mempunyai arah ke politik terutama
ketika dipimpin oleh Muhammad Hatta dan A. Subardjo.
4. Partai Nasional Indonesia
PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 oleh
Ir. Soekarno dan kawan-kawan. Partai ini bersifat radikal. Tujuan dari PNI
adalah bekerja untuk kemerdekaan Indonesia yang akan dicapai dengan asas percaya
pada diri sendiri. Dengan asas ini PNI bersikap nonkoperatif, artinya tidak
mau bekerjasama atau iku serta dengan dewan-dewan bentukan Belanda.
Dalam kongres PNI pertama tanggal 27-30 Mei
di SurabayaIr. Soekarno terpilih sebagai ketua Pengurus Besar PNI. Cita-cita
PNI untuk menggalang persatuan bukan hanya mempengruhi pikirn
organisasi-organisasi politik lainnya, melainkan juga berpengaruh positif pada
organisasi pemuda yang kemudian mengadakan sumpah pemuda, dan organisasi
persatuan wanita yang kemudian membentuk Perserikatan perempuan Indonesia.
Kemajuan PNI dalam membawa rakyat untuk
memperjuangkan kemerdekaan membuat pemerintah kolonial Belanda merasa cemas.
Akhirnya mereka menangkapi para tokoh dan anggota PNI pada 29 Desember 1929.
5. Fraksi Nasional
Fraksi nasional dalan volksraad didirakan
pada 27 Januari 1930 di jakarta yang beranggotakan 10 orang anggota volksraad
dengan ketua Moh. Husni Thamrin.
Fraksi nasional mempunyai tujuan untuk
menjamin adanya kemerdekaan nasional yakni:
a. Mengusahakan perubahan-perubahan
ketatanegaraan.
b. Berusaha
menghapuskan perbedaan-perbedaan politik, ekonomi, dan intelektual sebagai
antithese colonial.
c. Mengusahakan kedua hal tersebut di atas dengan cara-cara yang
tidakbertentangan dengan hukum.
E. Menjelang Proklamasi
Kemerdekaan
Ketika Belanda menyerah kepada jepang pada
tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah masa pemerintahan kolonial Belanda dan
dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan Jepang di Indonesia disambut baik
oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat melepaskan diri dari penderitaan
yang berkepanjangan.
Factor yang mendorong rakyat Indonesia mau
bekerjasama dengan Jepang antara lain karena Jepang yang kuat diharapkan dapat
membantu Indonesia yang lemah, selain itu sikap keras pemerintah koloniah
Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya yang tidak memberikan harapan
kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan nasional.
Keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka
memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi terjadi perbedaan pendapat antara
golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua menginginkan kemerdekaan yang
tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama dengan Jepang. Sementara golongan
muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa campur tangan dari Jepang.
Akhirnya setelah mendengar berita penyarahan
Jepang kepada sekutu, golongan muda langsung mendesak Ir. Soekarno dan Drs.
Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Akan tetapi , Ir.
Soekarno dan Drs. Moh. Hatta malah menginginkan masalah itu dibicarakan dulu
dalam rapat PPKI. Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan
Timur No. 56, teks proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno
dengan disaksikan oleh para tokoh pejuang Indonesia. Dengan dibacakanya teks
proklamasi itu, maka bangsa Indonesia resmi menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat,
dan lepas dari belenggu penjajahan.
Ciri-ciri Perlawanan Bangsa
Indonesia sebelum 1908
- Bersifat Kedaerahan
- Pemimpin sentris
- Menggunakan senjata tradisional.
- Dipelopori oleh kaum bangsawan tradisional.
- Belum ada persatuan dan kesatuan
- Tujuannya kurang jelas.
- Kalah dalam hal taktik/kepandaian
Ciri-ciri Perlawanan Bangsa
Indonesia sesudah 1908
- Bersifat Nasional
- Pemimpin kolektif.
- Menggunakan senjata yang sudah modern.
- Dipelopori oleh kaum intelektual.
- Mengadakan perjanjian dan diplomasi dengan organisasi
- Tujuan sudah jelas yaitu Indonesia Merdeka
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di
atas maka dapat penulis tarik kesimpulan sebagai berikut:
Mengenang sejarah tidaklah sesempit memahami
gurauan. Namun mempelajari sejarah adalah jauh lebih mendalam daripada kita
memahami realitas saat ini. Karena sejarah adalah salah satu dari bagian
bangunan waktu, yang darinya kita dapat berdiri saat ini dan mendirikan
serangkaian peristiwa baru yang lain. Sejarahlah yang menjadi pondasi waktu,
karena sejarahlah kita ada saat ini. Dan tidak hanya kita, bahkaan bangsa kita
serta dunia sekalipun adalah dibangun oleh sejarah-sejarah luar biasa umat
manusia.
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari
perjuangan kemerdekaan masa kebangkitan nasional, pastilah sangat banyak dan
beragam tergantung bagimana kita memandangnya. Dan setidaknya tiga pelajaran
penting dari sejarah kebangkitan nasional ini.
Yang pertama adalah bahwa apabila kita
menginginkan satu cita-cita bersama, kita tidak bias meraihnya dengan hanya
sekelompok orang atau bahkan sendirian.namun yang kita perlukan adalah
persatuan seluruh kekuatan manusia yang ada guna menuju pencapaian tujuan
bersama tersebut. Seperti perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia ini dulu,
ketika kedaerahan membawa kegagalan, maka jawabannya adalah persatuan yang
membawa keberhasilan.
Kedua, persatuan tidak akan terwujud begitu
saja. Persatuan tidak bermakna hanya sekedar berkumpulnya beberapa atau banyak
orang, namun persatuan adalah lebih kepada tersinergikannya suatu kelompok
kekuatan secara rapi. Hal tersebut disebut terkoordinasi secara baik. Dalam
realitasnya, koordinasi tersebut terwujud dalam wadah perjuangan masyarakat
berupa organisasi. Jadi jika kita hendak bertindak pada arah cita-cita, kita
harus berorganisasi. Organisasi pun tidak bermakna hanya sekedar organisasi
yang merupakan wadah bagi beberapa orang yang bervisi sama, namun juga berarti
kepada setiap pribadi setiap orang. Karena organisasi adalah berarti senantiasa
mengorganisir segala sesuatu secara rapi dan teratur, memiliku rencana-rencana
dan strategi yang jelas untuk melangkah pada suatu tujuan. Tanpa adanya suatu
organisasi yang baik, langkah kita dalam mencapai suatu cita-cita adalah sulit.
Seperti tujuan kemerdekaan Indonesia ini dulu, bangsa Indonesia telah menyusun
rencananya dalam wadah-wadah organisasi yang rapi berupa partai-partai nasional
sehingga pada akhirnya tercapailah mimpi proklamasi kemerdekaan Indonesia
Kemudian yang ketiga adalah kemauan yang
membawa perwujudan. Keinginan yang tinggi bangsa Indonesia untuk merdeka,
sesungguhnya bukanlah sekedar hanya keinginan , namun senantiasa di wujudkan
dalam perjuangan-perjuangan nyata.
Oleh
karena itu dalam mewujudkan suatu impian ,kita harus mau bertindak segera karna
mimpi akan tindakan hanyalah akan berupa mimpi dalam pikiran kita ,jika ingin
melihatnya sebgai kenyataan maka kita harus membangunnya.
“Sebelum adanya kesadaran nasional Indonesia
dijajah oleh 3 Negara, yaitu : Portugis, Inggris dan Belanda. Dalam
penjajahannya tersebut negara-negara itu mengeluarkan berbagai kebijakan yang
memicu perlawanan dari rakyat Inndonesia di berbagai daerah. Akan tetapi
perlawanan tersebut masih berisfat kedaerahan, tergantung oleh pemimin dan
sifat-sifat lain yang belum mencerminkan kesadaran nasional.:
Indonesia mulai mengalami kesadaran Nasional
saat terbentuknya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Kesadaran
Nasionala dilatarbelakangi oleh factor intern dan ekstern.”
2. SARAN
Adapun dari penulisan makalah ini kami selaku
penulis menyarankan kepada generasi muda agar tetap mempertahankan kemerdekaan
Indonesia dengan cara ikut berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan Indonesia
dan mencontoh semangat para pahlawan terdahulu dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh warga Indonesia wajib menghargai dan menghormati jasa-jasa para
pahlawan Indonesia.
Daftar Pustaka
Aisyiyah, fitri. 2012. Perjuangan mempertahankan
kemerdekaan Indonesia. Diakses dari
Maewara,
garda. 2010. Sejarah revolusi Indonesia 1945-1950 perjuangan bersnjata dan
doplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan. Yogyakarta:narasi
SMA/MA
kelas XII IPS semester I. Editor:Agus waryonto. Klaten:pedana
Komentar
Posting Komentar