MAKALAH PENJAJAHAN BANGSA ASING HINGGA KEBANGKITAN INDONESIA


Dosen Pembimbing : Asril, M.Pd
PENDIDIKAN SEJARAH
PENJAJAHAN BANGSA ASING HINGGA KEBANGKITAN INDONESIA

Description: Image result for UNIVERSITAS RIAU


DI SUSUN OLEH:
MAHESA SAPUTRA
1605123077

PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
2017



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktung. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas memenuhi tugas mata kuliah  pemebelajaran pengelolaan pendidikan dengan berjudul “ Pendidikan Sejarah ”. Dalam penulis dan penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak.























Daftar Isi
Kata Pengantar..................................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang.................................................................................................................... 1
Rumusan Masalah................................................................................................................ 2
Tujuan ................................................................................................................................. 2
Manfaa ................................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum Kebangkitan Nasional 1908..................... 3
1.      Penjajahan Portugis........................................................................................... 3
2.      Penjajahan Spanyol............................................................................................ 4
3.      Penjajahan Belanda........................................................................................... 5
4.      Penjajahan Perancis .......................................................................................... 5
5.      Penjajahan Ingris .............................................................................................. 8
6.      Pemberontakan Sepoy....................................................................................... 8
7.      Penjajahan Belanda ke II................................................................................... 9
8.      Penjajahan Jepang ........................................................................................... 12
B.     Penderitaan di Bawah Penjajahan ........................................................................ 12
C.     Perjungan Menuju Kemerdekaan.......................................................................... 13
D.    Perjuangan Setelah Kebangkitan Nasional............................................................ 14
E.     Menjelang Proklamasi Kemerdekaan.................................................................... 17
BAB III PENUTUP
1.      Kesimpulan ........................................................................................................... 19
2.      Saran ..................................................................................................................... 20
Daftar Pustaka .................................................................................................................. 21




BAB I
PENDAHULUAN
1.   Latar Belakang

Indonesia memperoleh kemerdekaan dalam waktu yang lama. Banyak para pahlawan yang gugur demi mempertahankan bumi perti tercinta. Mereka mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk mengejar sebuah kata merdeka. Sebelum tahun 1908, telah banyak bangsa lain yang ingin menjajah dan menguasai Indonesia. Mereka banyak memeras, menindas, dan merampas hak-hak rakyat Nusantara. Banyak perlawanan dari pahlawan-pahlawan kita yang masih bersifat kedaerahan. Muncul banyak tokoh-tokoh yang memegang andil besar dalam perlawanan terhadap penjajahan yang bangsa lain lakukan.
Kebangkitan Nasional adalah masa dimana bangkitnya rasa dan semangat persatuan,kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Dalam masa ini muncul sekelompok masyarakat indonesia yang menginginkan adanya perubahan dari masyarakat indonesia yang selama ini dijajah dan ditindas oleh bangsa lain seperti belanda,jepang,dll. Kebangkitan nasional Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo. Sedangkan kebangkitan pemuda Indonesia ditandai dengan adanya peristiwa Sumpah Pemuda. Kedua peristiwa itu merupakan bagian dari peristiwa yang menjadi tonggak sejarah kemerdekaan negara indonesia.

Dan kini,tugas kita sebagai penerus bangsa adalah mempertahankan kemerdekaan ini. Jadi untuk mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan kita terdahulu pada masa sebelum dan sesudah Kebangkitan Nasional (1908), maka disusunlah makalah ini dengan judul “ Perjuangan Bangsa Indonesia melawan sistem penjajah pada masa sebelum dan sesudah Kebangkitan Nasional 1908’’.


2. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia melawan system penjajah pada masa sebelum Kebangkitan Nasional 1908 ?
2. Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia melawan system penjajah pada masa sesudah Kebangkitan Nasional 1908 ?

3. TUJUAN
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah
2. Untuk menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum Kebangkitan Nasional 1908      
3.Untuk menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sesudah Kebangkitan Nasional 1908

1.4              MANFAAT
1.         Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum Kebangkitan Nasional 1908
2.         Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah sesudah Kebangkitan Nasional 1908













BAB II
PEMBAHASAN
A.    PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SEBELUM KEBANGKITAN NASIONAL 1908

1.      Penjajahan Portugis (1511-1575)
Bangsa Portugis pertama kali menancapkan kuku penjajahannya di tanah air pada tahun 1511. Ketika itu armada Portugis dengan pimpinan Admiral Alfonso D’Albuquerque tiba dan menaklukkan Malaka, yang merupakan bagian dari wilayah nusantara. Sejak saat itulah mereka menguasai nusantara. Dengan dikuasainya Malaka maka berarti terbukalah jalan untuk menguasai daerah-daerah lainnya di Nusantara yang kaya akan rempah-rempahnya. Satu demi satu kerajaan-kerajaan di wilayah nusantara dapat ditaklukkannya. Pada tahun 1521 Portugis sudah sampai di Ternate dan tahun 1575 menguasai Tidore. Portugis yang sebenarnya pada mulanya hanya mencari barang dagangan ke dunia timur, akhirnya mereka malah menaklukkan, menguasai, dan menjajah bangsa yang ada di nusantara ini.
Perjuangan pertama dlakukan oleh rakyat malaka, Johor, Aceh, Maluku, Demak dan Sunda Kelapa.
a.       Perjuanagn Rakyat Malaka
Pada tahun 1511 dibawah pimpinan Sultan Mahmud Syah I melakukan perlawanan terhadap Portugis  namun Malaka dapat di desak hingga menyingkir ke pulau Bintan. Akhirnya Malaka jatuh ke portugis pada 1511. Pada 1526 pulau Bintan diserbu oleh Portugis  Sultan Mahmud Syah I  lari ke pulau Kampar hingga wafatnya 1528.
b.      Perjuangan Rakyat Johor
Dipimpin oleh Alaudin Ri’ayat Syah II mulai tahun 1530 kemudian dilanjutkan Abdul Jalil Syah I (1580-1597) dapat menangkis serangan Portugis.
c.       Perjuangan Rakyat Demak
Dipimpin oleh Dipati Unus. Pada tahun 1512-1523. Melakukan perlawanan terhadap Portugis, dibantu oleh armada Aceh, Palembang, dan Bintan. Berusaha merebut keembali Malaka namun tidak berhasil
d.      Perjuangan Rakyat Maluku
Berhasil menaklukkan Malaka tahun 1511 kemudian menuju ke Maluku Utara karena sebagai penghasil rempah-rempah. Tahun 1512 Portugis mengadakan hubungan dagang dengan Sulatan Harun dari Ternate. Portugis ternyata memonopoli perdagangan, memeras dan menindas rakyat, penyebaran agama Kristen secara paksa sehingga membuat rakyat melakukan perlawanan. Tahun 1550 rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan Hairun melakukan perlawanan. Portugis menipu dan membunuh Sultan Hairun dnegan dalih untuk mengadakan perundingan. Perjuangan diteruskan oleh Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun. Tahun 1570-1575 Ternate, Tidore, dan Halmahera bersatu padu melawan Portugis. Tanggal 18 Desember 1577 rakyat Ternate berhasil mengusir Portugis dari Ternate.
e.       Perjuangan Rakyat Sunda Kelapa
Fatahillah seorang ulama dari Demak yang menyebarkan agama islam di Jawa Barat memimpin rakyat melakukan perlawanan terhadap Portugis. Tahun 1527 Fatahillah menyerang orang-orang Portugis di Sunda Kelapa dan berhasil mengalahkannya. Portugis terusir kembali ke Malaka. Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta oleh Fatahillah kemudian berdirilah kerajaan Banten.  

2.      Penjajahan Spanyol (1522-1529)
Armada Spanyol yang semula berangkat dari negerinya ke arah barat ternyata akhirnya sampai juga ke dunia timur. Mereka pada tahun 1521 sampai di Filipina dan kemudian sampai pula di kepulauan Maluku, yakni Tidore pada tahun 1522. Tanpa terduga sebelumnya, armada Spanyol dan Portugis yang semulanya berlayar bertentangan arah, ternyata bertemu di Maluku. Agar tidak timbul perselisihan akibat perebutan wilayah kekuasaan, maka pada anggal 22 April 1529 diadakan perjanjian Saragosa. Berdasarkan perjanjian tersebut, Portugis menguasai wilayah nusantara sampai ke Irian, sedangkan wilayah kekuasaan Spanyol adalah dari sebelah timur Irian termasuk juga Filipina terus ke timur. Dengan perjanjian itu, maka Spanyol harus ke luar dari wilayah Indonesia, dan wilayah nusantara ini kemudian sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Portugis.

3.      Penjajahan Belanda (1596-1942)
Armada dagang Belanda di bawah pimpinan Cprnelis de Houtman pertama kali sampai ke kepulauan nusantara pada tahun 1596 ketika mereka berlabuh di Banten, yang saat itu merupakan sebuah kerajaan besar. Kedatangan Belanda ke tanah air ini pada mulanya adalah untuk mencari rempah-rempah yang akan dijual ke pasar Eropa. Seperti halnya Portugis, ternyata Belanda kemudian bukan sekedar ingin berdagang biasa, melainkan untuk menfuasai dan menjajah Indonesia. Kedatangan Belanda 1596 itu sebagai awal penjajahan Belanda di Indonesia yang berlangsung lebih kurang 350 tahun. Penjajahan Belanda atas Indonesia sempat diselingi oleh kekuasaan penjajah Perancis (1807-1811) dan Inggris (1811-1816) Kedatangan Bangsa Belanda ke

4.      Penjajahan Perancis (1807-1811)
Description: https://i0.wp.com/www.digischool.nl/kleioscoop/daendels.jpgPerancis tidak pernah secara langsung datang dan menjajah Indonesia. Penjajahan Perancis atas Indonesia dilakukan secara tidak langsung. Hal ini berkaitan dengan kalahnya Belanda oleh Perancis dalam peperangan di negaranya. Battafsche Republik (1799-1807) dihapuskan oleh kaisar Perancis, Napoleon Bonaparte, dan diganti menjadi Koningkrijk Holland (Kerajaan Belanda) di bawah kekuasaan adik dari Napoleon Bonaparte, yaitu raja Loeis Napoleon.
Indonesia akhirnya menjadi bagian dari jajahan Koningkrijk Holland, yang berarti secara tidak langsung menjadi jajahan Perancis. Pada masa ini Gubernur Jenderal Daendels dikirim ke Indonesia. Langkah-langkah pembaharuan yang harus dilakukan Daendles :
a. Dalam bidang pemerintahan:
1. Pusat pemerintahan (weltevreden) dipindahkan agak masuk kedaerah pedalaman.
2. Membentuk secretariat Negara (Algement secretaric).
3. Membagi pulau jawa menjadi 9 prefektur dan 31 Kabupaten. Setiap prefektur dikepalai oleh seorang residen yang langsung dibawah pemerintahan Wali Negara (Daendles). Setiap residen membawahi beberapa bupati.
b. Dalam bidang hukum dan peradilan:
membentuk 3 jenis peradilan berdasarkan ras, yaitu peradilan orang Eropa, Orang Pribumi dan pengadilan untuk orang timur asing.
c. Dalam bidang militer dan pertahanan :
1. Membangun jalan Anyer-Panarukan, yang disebut jalan pos besar
( De Grote Post Weg)
Description: https://history1978.files.wordpress.com/2012/05/800px-java_great_post_road-svg.png?w=300
2. Menambah jumlah angkatan perang dari 3000 menjadi 20000
3. Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang
4. Membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon dan Surabaya.
5. Membangun benteng-benteng pertahanan
d. Dalam bidang ekonomi dan keuangan :
1. Membentuk dewan pengawas keuangan Negara (Algemene Rekenkaer).
2. Mengeluarkan uang kertas.
3. Memperbaiki gaji pegawai
4. Pajak in natura (contingenten) dan Verplichte Leverantie.
5. Mengadakan monopoli perdagangan bebas
e. Dalam bidang sosial :
1. Pemberlakuan kerja rodi
2. Mengembangkan perbudakan
3. Menghapuskan upacara penghormatan kepada residen, sunan / sultan
4. Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos.

Kebijakan utama Raffles adalah Pertanian Bebas (petani pribumi bebas menanm tanaman apa saja, baik kebutuhan sendiri maupun tanaman ekspor) & Sewa Tanah (Landrent)
Kebijakan Raffles adalah :
a. Bidang pemerintahan
1. Membagi pulau Jawa menjadi 18 Karisidenan. Setiap karisidenan dibagi menjadi beberapa distrik, setiap distrik terbagi beberapa divisi (kecamatan) dan setiap divisi merupakan kumpulan beberapa desa.
2. Mengganti sistem pemerintahan feodal menjadi sistem pemerintahan kolonial bercorak Barat.
3. Bupati-bupati dijadikan pegawai pemerintah kolonial yang langsung dibawah pemerintahan pusat.
b. Bidang Ekonomi dan Keuangan
1. Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor dan pemerintah berkewajiban membuat pasar untuk merangsang petani menanam tanaman ekspor.
2. Penghapusan pajak hasil bumi (Contingenten) dan sistem penyerahan wajib.
3. Penetapan sewa tanah (landrent). Petani pribumi dianggap sebagai penyewa tanah pemerintah sehingga tanah yang dikelola oleh petani harus membayar pajak.
4. Pemungutan pajak awalnya secara perorangan, tetapi karena petugas tidak cukup maka dipungut per desa dan dibantu oleh Bupati dan kepala desa.
5. Mengadakan monopoli garam dan minuman keras.
c. Bidang Hukum.
Membentuk badan penegak hukum yaitu Court of Justice (tingkat residence), Court of  Request (divisi) dan police magistrate.
d. Bidang Sosial.
1. Menghapuskan kerja rodi
2. Penghapusan perbudakan
3. Peniadakan hukumam-hukuman yang kejam dan menyakiti.
e. Bidang ilmu pengetahuan dan budaya.
1. ditulisnya buku tentang History of Java
2. mendukung Bataviaasch Genootschap, sebuah perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
3. Ditemukannya bunga Rafflesia Arnoldi.
4. Dirintisnya pembangunan Kebun Raya Bogor.
Hambatan-hambatan yang dialami oleh Raffles :
a. Keuangan negara dan pegawai yang cakap sangat terbatas.
b. Masyarakat Indonesia masih sangat tradisional dalam pertanian, bertani hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak tertarik untuk menanam tanaman ekspor dunia.
c. Sistem ekonomi yang sangat tradisional dan belum mengenal sistem peredaran uang. (ini juga penyebab gagalnya sistem Landrent, karena pajak yang dibayarkan harus dalam bentuk uang, sedangkan masyarakat belum mengenal dengan baik sistem uang tersebut).
d. Belum adanya pengukuran tanah milik penduduk secara tepat serta kepemilikan tanah yang berdasarkan warisan, sehingga menyulitkan untuk menentukan berapa luas tanah yang kena pajak dan siapa yang akan membayar pajak.
e. Adanya pejabat yang korup dan bertindak sewenang-wenang.
f. Pajak terlalu tinggi sehingga banyak tanah yang tidak digarap.


5.      Penjajahan Inggris (1811-1816)
Pada tahun 1811 armada Inggis menyerang Hindia Belanda dan menaklukkan kota Batavia. Gubernur Jenderal Belanda Jansens menyerah tanpa syarat kepada Inggris. Mulai saat itulah Indonesia jatuh ke tangan kekuasaan Inggris. Kekuasaan pemerintah Inggris di Indonesia dijalankan oleh Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles.
Penjajahan Inggris tidak berlangsung lama. Hal ini karena adanya perjanjian Convention of London (1814) yang memutuskan untuk mengembalikan semua daerah jajahan Belanda yang dikuasai Inggris ke pihak Belanda. Peristiwa ini berkaitan dengan kalahnya Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis, dalam pertempuran di Leipzing. Inggris menyerahkan Indonesia kepada Belanda kembali pada tahun 1816. Pada saat itu yang menjadi pemimpin Inggris di Indonesia adalah Letnan Gubernur John Fendhal.
a.      Perlawanan Rakyat Yogyakarta
Kebijakan Raffles juga menimbulkan reaksi raja-raja pribumi. Di Yogyakarta timbul perlawanan Sultan Hamengkubuwono III (Sultan Sepuh), tetapi berkat politik adu domba Inggris, akhirnya Sultan Hamengkubuwono III dapat dikalahkan dan diasingkan ke Pulau Pinang, kemudian ke Ambon.

6.      Pemberontakan Sepoy Tahun 1815
Terjadi pada saat akhir kekuasaan Inggris di Pulau Jawa. Pemerontakan itu dipicu oleh adanya persekongkolan yang terjadi diantara pasukan Sepoy dan Pakubuwono IV. Pasukan Sepoy adalah orang India yang masuk dalam tentara Inggris yang dikirim ke Indonesia untuk membantu Ingris dalam mengambil alih Indonesia dari tangan Belanda.
a.      Perlawanan Rakyat Palembang
Raffles mengirim tiga orang utusan dipimpin oleh Richard Philips ke Palembang untuk mengambil alih kantor sekaligus benteng Belanda di Palembang dan meminta hak kuasa sultan atas tambang timah di Pulau Bangka.
Kesultanan Palembang akhirnya jatuh ke tangan Inggris hanya dalam hitungan seminggu
Napoleon kalah. Sesuai traktat London yang ditandatangani pada tanggal 13 Agustus 1814, Belanda kembali berkuasa di Nusantara.

7.      Penjajahan Belanda kedua (1816-1942)
Berdasarkan Convention of London tahun 1814 akhirnya Belanda berkuasa kembali di Indonesia. Penjajahan dan ekspoitasi manusia dan sumber daya alam Indonesia dimulai lagi oleh Pemerintah Belanda. Berbagai system eksploitasi dilakukan oleh Belanda sejak saat itu. Ada masa dimana Belanda melaksanakan system tanam paksa, modal-modal swasta liberal masuk ke Indonesia, dan penerapan politik etis.
Penjajahan Belanda pada periode kedua ini berlangsung kurang lebih 26 tahun. Penjajahan Belanda berakhir ketika balatentara Jepang menyerang ke Indonesia di bawah pimpinan Jenderal Imamura. Tanpa perlawanan akhirnya Belanda menyerah kepada Jepang tanggal 10 Maret 1942.
Perjuangan menentang Belanda menggunakan kekerasan senjata dimulai sejak awal abad ke tujuh belas sampai abad dua puluh.
Indonesia sampai dengan Terbentuknya VOC.

Description: http://gendhut44.files.wordpress.com/2010/01/voc-heading1.jpgPada tahun 1602, dibentuklah VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), atau Persekutuan Maskapai Perdagangan Hindia Timur (cukup disingkat Kongsi dagang milik Belanda) dibawah pimpinan Johan Olderbarnevelt .
Tujuan dibentuknya VOC adalah :
a. Menghindari persaingan tidak sehat diantara sesama pedagang Belanda.
b. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan pedagang dari bangsa lain.
c. Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi konflik dengan Spanyol. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, VOC diberi hak Istimewa (hak Octroi), yaitu :
a. Dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia.
b. Hak monopoli dagang di wilayah-wilayah antara Amerika Selatan dan Afrika
c. Hak memiliki angkatan perang dan membangun benteng pertahanan
d. Hak menyatakan perang dan atau membuat perjanjian secara adil dengan penguasa pribumi
e. Hak mengangkat pegawai
f. Hak memungut pajak
g. Hak melakukan pengadilan dan hak mencetak serta menyebarkan uang sendiri.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxqq5DRRRBzYA6-OhWDQkDTyIsp1oN0W92VgY9RYvmiH1XN9NZbTLpKbTd4nyo3QNbq0GlEId2HgNXMea_VOZyHxXqc_begGt-gZ7YssOHXf8f2ij53KeC6vfw6dD50XilBjwyA2gVhY/s320/pElAYarAn+HonGi+yG+kEeEyEeN+ABiEZ......HhA..JuSt+KiddIng!.jpgBeberapa Kebijakan yang diberlakukan oleh VOC di Indonesia antara lain :
a. Verplichte Leverantie = Penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditentukan VOC.
b. Contingenten = Kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi.
c. Ekstirpasi = Hak VOC untuk menebang atau menggagalkan panen rempah-rempah agar tidak terjadi Over Produksi yang dapat menurunkan harga rempah-rempah.
d. Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam.
e. Pelayaran Hongi, yaitu pelayaran dengan menggunakan perahu Kora-kora (perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli dagang VOC dan menindak pelanggarnya.

Sebab-sebab kejatuhan VOC :
a. Biaya perang yang besar dalam menghadapi perlawanan Bangsa Indonesia sehingga menghabiskan kas Negara.
b. Gaji pegawai yang rendah dan tidak sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya sehingga mendorong mereka melakukan Korupsi. Korupsi tersebut otomatis menjadikan pemasukan Negara berkurang drastic.
c. Kekalahan VOC menghadapi persaingan dagang dengan pedagang Eropa maupun pedagang Asia lainnya.
d. Hutang VOC yang besar akibat dalam keadaan merugi tetapi tetap membayarkan keuntungan kepada pemegang Saham.
e. Terjadinya perang Inggris, Belanda dan Perancis sehingga menjadikan jalur perdagangan tidak aman dan adanya blokade-blokade dagang.

Description: https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b2/Conrad_Theodor_van_Deventer.jpg/200px-Conrad_Theodor_van_Deventer.jpgPolitik Etis
Dicetuskan oleh Van Deventer
Latar belakang pemberlakuan kebijakan :
a. Sistem ekonomi liberal tidak mengubah nasib rakyat.
b. Tanam paksa memberi keuntungan kepada Belanda tetapi penderitaan bagi rakyat.
c. Belanda melakukan penekanan dan penindasan terhadap rakyat.
d. Rakyat banyak yang kehilangan tanahnya.
e. Adanya kritikan keras di Negeri Belanda terhadap praktik colonial Belanda.
Isi kebijakan Politik Etis adalah:
Irigrasi (pengairan),
Emigrasi (perpindahan penduduk),
Edukasi (pendidikan).
Politik etis mengalami kegagalan, penyebabnya adalah :
a. Sistem ekonomi liberal hanya member keuntungan yang besar bagi belanda.
b. Sangat sedikit penduduk pribumi yang memperoleh keuntungan dan kedudukan yang baik.
c. Pegawai negeri golongan pribumi hanya dijadikan alat.
Perlawanan membawa kerugian besar bagi pihak Belanda. Pengorbanan harta benda dan jiwa sangat besar juga dari Indonesia. Sampai awal abad ke-20 Belanda tidak dapat terusir dari tanah air Indonesia.
 Kelemahan perjuangan Bangsa Indonesia :
1.         Perlawanan secara sporadic dan tidak serentak
2.         Perlawanan dipimpin oleh pimpinan kharismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan
3.         Sebelum masa 1908 perlawanan menggunakan kekerasan senjata
4.         Para pejuang di adu domba oleh penjajah (devide et impera politik memecah belah bangsa Indonesia)

8.      Penjajahan Jepang (1942-1945)
Kedatangan tentara Jepang ke Indonesia semula disambut gembira oleh bangsa Indonesia, karena dianggap sebagai tentara pembebas yang akan melepaskan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan Belanda. Jepang dengan propagandanya menyatakan bahwa Jepang adalah saudara tua, pemimpin Asia, pelindung Asia, dan untuk kemakmuran Asia. Pada awalnya memang berhasil menarik simpati bangsa Indonesia. Namun pada akhirnya ternyata Jepang pun melakukan penjajahan dan eksploitasi terhadap bangsa Indonesia dan kekayaan tanah air Indonesia dengan cara yang sangat kejam.
Masa penjajahan Jepang ternyata tidak berlangsung lama. Walaupun singkat, namun masa penjajahan Jepang telah membuat bangsa Indonesia sangat menderita. Penjajahan Jepang berakhir ketika Jepang harus menyerah tanpa syarat kepada tentara Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, setelah secara berturut-turut Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945.

B.     Penderitaan di Bawah Penjajahan
Penjajahan yang dialami bangsa Indonesia selama berabad-abad telah mendatangkan berbagai penderitaan bagi bangsa Indonesia. Siapapun penjajahnya, baik Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, maupun Jepang tetap saja mereka memperlakukan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang terjajah dengan tanpa peri kemanusiaan.
Ketika pertama kali bangsa Portugis menguasai Indonesia, maka mulailah penderitaan tersebut. Portugis memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Dan melakukan kekerasan terhadap rakyat Indonesia. Kemudian bergantinya penjajahan dari Portugis ke Belanda tidaklah bertambah baik. Ketika penjajahan Belanda yang dilakukan oleh VOC, maka VOC menerapkan beberapa kebijakan yang merugikan bagi bangsa Indonesia, seperti system monopoli perdagangan, melaksanakan berbagai macam kerja rodi, mengadakan bermacam-macam pungutan pajak yang memberatkan rakyat, wajib tanam kopi untuk perdagangan VOC, pelayaran Hongi atau kerja rodi untuk mendayung perahu kora-kora di perairan Maluku, ekstripasi, dan tanam paksa.
Setelah penjajahan dari Belanda maka berlanjutlah penjajahan dari Jepang. Pada saat penjajahan Jepang rakyat Indonesia tetap menderita, seperti kekayaan rakyat Indonesia yang disedot habis oleh penjajah Jepang, rakyat Indonesia semakin miskin dan terpaksa harus memakai pakaian dari karung goni atau baju karet, dan kekerasan dari penjajahan Jepang yang paling terkenal yaitu romusha.
Pengaruh kebijakan Kolonial dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia:
1. Indonesia mengenal sistem ekonomi uang dan mulai meninggalkan sistem barter.
2. Indonesia mengenal sistem peradilan dan hukum.
3. Masyarakat Indonesia berada di golongan sosial ketiga setelah Belanda dan Eropa di strata satu dan Cina di strata kedua.
Description: https://history1978.files.wordpress.com/2012/05/belanda.jpg?w=300
4. Indonesia mengenal cara bertanam yang baik dan tanaman yang laku di pasaran Eropa.
5. Indonesia mengenal peralatan industri dan mengalami kemajuan dalam bidang teknologi baik dalam transportasi, industry dan komunikasi.

C.     Perjuangan Menuju Kemerdekaan
Sejak penjajahan Bangsa Barat pertama kali menginjakan kakinya di tanah nusantara dan melaksanakan pemerasan, penindasan, dan perampasan kemerdekaan terhadap rakyat nusantara, maka terjadilah perjuangan penentangan terhadap penjajah tersebut. Perjuangan bangsa Indonesia menentang penjajahan dalam mencapai kemerdekaan dapat dibagi kedalam dua peiode. Periode pertama adalah dimulai dari perjuangan menentang Portugis sampai tahun 1908, yakni sampai masa Kebangkitan Nasional. Periode kedua dimulai dari tahun 1908 sampai Proklamasi Kemerdekaan 1945.


D.    Perjuangan Setelah Kebangkitan Nasional
Tanggal 20 Mei 1908 adalah hari lahirnya organisasi social pertama di Indonesia, yaitu Budi Oetomo. Tangggal kelahiran Budi Oetomo dianggap sebagai dimulainya Kebangkitan Nasional karena menggunakan strategi perjuangan yang baru dan berbeda dengan perjuangan sebelumnya.

Ciri-ciri perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908:
1. Perjuangan dlakujan dengan menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan
2. Para pemimpin berasal dari kaum intelektual, bukan raja atau sultan
3. Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh. Perjuangan tidak bersifat kedaerahan lagi.
Menurut Ismaun (1986:42), tumbuhnya kesadaran kebangsaan bangsa Indonesia di percepat oleh faktor:
1. Perlawanan bangsa Filipina terhadap Spanyol pada tahun 1989
2. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1885
3. Kegiatan Partai Kongres di India melawan Inggris tahun 1885
4. Bangkitnya Kemal Pasha di Turki pada tahun 1881
5.  Keberhasilan dr. Sun Yat Sen dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911
6.  Pecahnya Perang Dunia I
7.  Didirikannya Volksraad (DPR) oleh Belanda tahun 1911
Sejak Budi Oetomo berdiri pada tahun 1908, di Indonesia kemudian berdiri beberapa organisasi yang bercorak budaya, politik, maupun keagamaan.
Budi Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr. Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang sebelumnya memulai kampanye untuk meningkatakan martabat rakyat dengan cara membentuk dana pelajar. Ketuanya dipilih Sutomo.
Budi Oetomo tidak pernah mendapat dukungan massa sehingga kedudukannya di politik kurang penting. Namun Budi Oetomo dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional karena Budi Oetomo pelopor berdirinya organisasi nasional.

1. Sarekat Islam
Sarekat Islam semula bernama Sarekat Dagang Islam. Berdiri pada tahun 1911 di Solo oleh Haji Samanhudi. Sarekat Islam didirikan untuk melawan pedagang Cina dan untuk menentang penghinaan terhadap rakyat Bumiputra. Sarekat Islam juga didirikan untuk menentang kristenisasi dan melakukan perlawanan terhadap kecurangan para pejabar Eropa dan Bumiputra.
Gerakan Sarekat Islam berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan terhadap penindasan penjajah kepada pihak Indonesia. Sehingga Sarekat Islam dapat dengan cepat menarik massa. Sarekat Islam merupakan organisasi massa yang pertama di Indonesia. Penggerak Sarekat Islam yang terkenal adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Samanhudi, dan Suryopranoto.

2. Indische Partij
Didirikan pada 25 Desember 1912. Pendirinya adalah Douwes Dekker yang terkenal dengan nama Danudirdja Setyabudi. Tokoh Indische Partij lainnya adalah dr. Tjipto mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.
Indische Partij berpijak pada asas nasionalisme yang mencita-citakan Indonesia merdeka, sehingga menarik banyak massa. Paham nasionalismenya dikenal dengan istilah Indische Nationalisme. Indische Partij dikenal sebagai partai politik pertama di Indonesia. Organisasi ini bersifat agak radikal sehingga pemerintah Hindia Belanda bersifat tegas dan dianggap sebagai organisasi terlarang. Para pemimpin Indische Partij juga dibuang ke Belanda. Setelah itu Indische Partij diganti namanya menjadi Partai Insulinde, namun tidak berpengaruh lagi terhadap rakyat.

3. Gerakan Pemuda
Gerakan pemuda sebelumnya oleh Budi Oetomo, namun karena lebih didominasi oleh golongan tua, maka para golongan muda keluar. Dan gerakan pemuda sebenarnya adalah Tri Koro Darmo yang berdiri di Jakarta pada tanggal 7 Maret 1915 oleh dr. R. Satiman Wiryosandjojo, Kadarman, dan Sunardi. Tri Koro Darmo memiliki arti tida tujuan mulai, yaitu: sakti, budhi, dan bakti. Tujuan perkumpulan ini adalah mencapai Jawa Raya dengan memperkokoh rasa persatuan anatara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok. Azas Tri Koro Darmo adalah:
1. Menumbuhkan pertalian antara murid-murid Bumiputra pada sekolah menengah, dan kurus-kursus perguruan kejuruan dan sekolah rakyat.
2. Menambah pengetahuan umu bagi anggota-anggoatanya
3.  Membangkitkan dan mempertajam perasaan unutk segala bahasa dan buadaya Indonesia.
Dalam Kongres di Solo, mulai 12 Juni 1918 Tri Koro Darmo berubah nama menjadi Jong Java. Jong Java bertujuan mendidik para anggotanya agar dapat mebnagun Jawa Raya dengan cara mempererat persatuan, menambah pengetahuan anggota dan menumbuhkan cinta pada budaya sendiri.
Organisasi Pemuda Indonesai di luar negeri yang paling terkenal adalah Perhimpunan Indonesia. Perhimpunan Indonesia berpusat di Belanda dan menyampaikan informasi ke dunia luar tentang perjuangan rakyat Indonesia. Perhimpunan Indonesia mempunyai arah ke politik terutama ketika dipimpin oleh Muhammad Hatta dan A. Subardjo.

4. Partai Nasional Indonesia
PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno dan kawan-kawan. Partai ini bersifat radikal. Tujuan dari PNI adalah bekerja untuk kemerdekaan Indonesia yang akan dicapai dengan asas percaya pada diri sendiri. Dengan asas ini PNI bersikap nonkoperatif, artinya tidak mau bekerjasama atau iku serta dengan dewan-dewan bentukan Belanda.
Dalam kongres PNI pertama tanggal 27-30 Mei di SurabayaIr. Soekarno terpilih sebagai ketua Pengurus Besar PNI. Cita-cita PNI untuk menggalang persatuan bukan hanya mempengruhi pikirn organisasi-organisasi politik lainnya, melainkan juga berpengaruh positif pada organisasi pemuda yang kemudian mengadakan sumpah pemuda, dan organisasi persatuan wanita yang kemudian membentuk Perserikatan perempuan Indonesia.
Kemajuan PNI dalam membawa rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan membuat pemerintah kolonial Belanda merasa cemas. Akhirnya mereka menangkapi para tokoh dan anggota PNI pada 29 Desember 1929.

5. Fraksi Nasional
Fraksi nasional dalan volksraad didirakan pada 27 Januari 1930 di jakarta yang beranggotakan 10 orang anggota volksraad dengan ketua Moh. Husni Thamrin.
Fraksi nasional mempunyai tujuan untuk menjamin adanya kemerdekaan nasional yakni:
a. Mengusahakan perubahan-perubahan ketatanegaraan.
b. Berusaha menghapuskan perbedaan-perbedaan politik, ekonomi, dan intelektual sebagai antithese colonial.
c. Mengusahakan kedua hal tersebut di atas dengan cara-cara yang tidakbertentangan dengan hukum.

E.     Menjelang Proklamasi Kemerdekaan
Ketika Belanda menyerah kepada jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah masa pemerintahan kolonial Belanda dan dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan Jepang di Indonesia disambut baik oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat melepaskan diri dari penderitaan yang berkepanjangan.
Factor yang mendorong rakyat Indonesia mau bekerjasama dengan Jepang antara lain karena Jepang yang kuat diharapkan dapat membantu Indonesia yang lemah, selain itu sikap keras pemerintah koloniah Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya yang tidak memberikan harapan kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan nasional.
Keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua menginginkan kemerdekaan yang tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama dengan Jepang. Sementara golongan muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa campur tangan dari Jepang.
Akhirnya setelah mendengar berita penyarahan Jepang kepada sekutu, golongan muda langsung mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Akan tetapi , Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta malah menginginkan masalah itu dibicarakan dulu dalam rapat PPKI. Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, teks proklamasi  kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan disaksikan oleh para tokoh pejuang Indonesia. Dengan dibacakanya teks proklamasi itu, maka bangsa Indonesia resmi menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan lepas dari belenggu penjajahan.
Ciri-ciri Perlawanan Bangsa Indonesia sebelum 1908
  • Bersifat Kedaerahan
  • Pemimpin sentris
  • Menggunakan senjata tradisional.
  • Dipelopori oleh kaum bangsawan tradisional.
  • Belum ada persatuan dan kesatuan
  • Tujuannya kurang jelas.
  • Kalah dalam hal taktik/kepandaian
Ciri-ciri Perlawanan Bangsa Indonesia sesudah 1908
  • Bersifat Nasional
  • Pemimpin kolektif.
  • Menggunakan senjata yang sudah modern.
  • Dipelopori oleh kaum intelektual.
  • Mengadakan perjanjian dan diplomasi dengan organisasi
  • Tujuan sudah jelas yaitu Indonesia Merdeka



BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN
Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di atas maka dapat penulis tarik kesimpulan sebagai berikut:
Mengenang sejarah tidaklah sesempit memahami gurauan. Namun mempelajari sejarah adalah jauh lebih mendalam daripada kita memahami realitas saat ini. Karena sejarah adalah salah satu dari bagian bangunan waktu, yang darinya kita dapat berdiri saat ini dan mendirikan serangkaian peristiwa baru yang lain. Sejarahlah yang menjadi pondasi waktu, karena sejarahlah kita ada saat ini. Dan tidak hanya kita, bahkaan bangsa kita serta dunia sekalipun adalah dibangun oleh sejarah-sejarah luar biasa umat manusia.
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari perjuangan kemerdekaan masa kebangkitan nasional, pastilah sangat banyak dan beragam tergantung bagimana kita memandangnya. Dan setidaknya tiga pelajaran penting dari sejarah kebangkitan nasional ini.
Yang pertama adalah bahwa apabila kita menginginkan satu cita-cita bersama, kita tidak bias meraihnya dengan hanya sekelompok orang atau bahkan sendirian.namun yang kita perlukan adalah persatuan seluruh kekuatan manusia yang ada guna menuju pencapaian tujuan bersama tersebut. Seperti perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia ini dulu, ketika kedaerahan membawa kegagalan, maka jawabannya adalah persatuan yang membawa keberhasilan.
Kedua, persatuan tidak akan terwujud begitu saja. Persatuan tidak bermakna hanya sekedar berkumpulnya beberapa atau banyak orang, namun persatuan adalah lebih kepada tersinergikannya suatu kelompok kekuatan secara rapi. Hal tersebut disebut terkoordinasi secara baik. Dalam realitasnya, koordinasi tersebut terwujud dalam wadah perjuangan masyarakat berupa organisasi. Jadi jika kita hendak bertindak pada arah cita-cita, kita harus berorganisasi. Organisasi pun tidak bermakna hanya sekedar organisasi yang merupakan wadah bagi beberapa orang yang bervisi sama, namun juga berarti kepada setiap pribadi setiap orang. Karena organisasi adalah berarti senantiasa mengorganisir segala sesuatu secara rapi dan teratur, memiliku rencana-rencana dan strategi yang jelas untuk melangkah pada suatu tujuan. Tanpa adanya suatu organisasi yang baik, langkah kita dalam mencapai suatu cita-cita adalah sulit. Seperti tujuan kemerdekaan Indonesia ini dulu, bangsa Indonesia telah menyusun rencananya dalam wadah-wadah organisasi yang rapi berupa partai-partai nasional sehingga pada akhirnya tercapailah mimpi proklamasi kemerdekaan Indonesia
Kemudian yang ketiga adalah kemauan yang membawa perwujudan. Keinginan yang tinggi bangsa Indonesia untuk merdeka, sesungguhnya bukanlah sekedar hanya keinginan , namun senantiasa di wujudkan dalam perjuangan-perjuangan nyata.
Oleh karena itu dalam mewujudkan suatu impian ,kita harus mau bertindak segera karna mimpi akan tindakan hanyalah akan berupa mimpi dalam pikiran kita ,jika ingin melihatnya sebgai kenyataan maka kita harus membangunnya.
Sebelum adanya kesadaran nasional Indonesia dijajah oleh 3 Negara, yaitu : Portugis, Inggris dan Belanda. Dalam penjajahannya tersebut negara-negara itu mengeluarkan berbagai kebijakan yang memicu perlawanan dari rakyat Inndonesia di berbagai daerah. Akan tetapi perlawanan tersebut masih berisfat kedaerahan, tergantung oleh pemimin dan sifat-sifat lain yang belum mencerminkan kesadaran nasional.:
Indonesia mulai mengalami kesadaran Nasional saat terbentuknya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Kesadaran Nasionala dilatarbelakangi oleh factor intern dan ekstern.”



2. SARAN
Adapun dari penulisan makalah ini kami selaku penulis menyarankan kepada generasi muda agar tetap mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara ikut berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dan mencontoh semangat para pahlawan terdahulu dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh warga Indonesia wajib menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawan Indonesia.



Daftar Pustaka
Aisyiyah, fitri. 2012. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Diakses dari                                             
Maewara, garda. 2010. Sejarah revolusi Indonesia 1945-1950 perjuangan bersnjata dan doplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan. Yogyakarta:narasi
 SMA/MA kelas XII IPS semester I. Editor:Agus waryonto. Klaten:pedana

 

Komentar